in , , ,

Anda Butuh Dana Akhir Tahun? Jangan Pinjam ke Fintech Ilegal, hanya 152 yang Resmi!

Anda Butuh Dana Akhir Tahun? Jangan Pinjam ke Fintech Ilegal, hanya 152 yang Resmi!
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengimbau masyarakat untuk selalu memanfaatkan layanan teknologi finansial atau fintech P2P lending yang legal jika membutuhkan sumber dana

FREEDAY, JAKARTA — Masyarakat diimbau untuk menghindari penggunaan layanan pinjaman dari fintech peer-to-peer atau P2P lending ilegal, terlebih menjelang akhir tahun saat kebutuhan dana meningkat.

Melalui unggahannya di akun instagram @ojkindonesia pada Senin (14/12/2020), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengimbau masyarakat untuk selalu memanfaatkan layanan teknologi finansial atau fintech P2P lending yang legal jika membutuhkan sumber dana.

Otoritas menilai bahwa menjelang akhir tahun, masyarakat kerap membutuhkan sejumlah dana untuk berbagai keperluan. Oleh karena itu, masyarakat harus cermat dalam menggunakan layanan pinjaman agar tidak terjebak di penyelenggara ilegal.

Baca juga : Berikut Subdisi Bunga KUR sampai 31 Desember, Syarat dan Kriteria Penerima !

“Mendekati akhir tahun kebutuhan biasanya meningkat. Jika kamu ingin melakukan pinjaman ke fintech lending, pastikan dulu legalitasnya agar tidak tertipu,” tulis OJK dalam akun instagram resminya yang dikutip Bisnis.

OJK menjabarkan bahwa hingga 7 Desember 2020, terdapat 152 entitas fintech lending legal yang terdaftar dan berizin. Daftar perusahaan resmi itu dapat dilihat secara langsung di situs resmi OJK ojk.go.id dan informasinya dapat disimak di kanal berita fintech bisnis.com.

“Di luar [daftar fintech legal] ini langsung kamu coret ya,” imbau OJK.

Baca juga : Info Nasabah UMKM ! Ada Alternatif Subsidi Bunga NonKUR ! Begini Cara Daftarnya !

Otoritas pun merangkum sejumlah ciri fintech P2P lending ilegal yang kerap meresahkan masyarakat.

Ciri-cirinya sebagai berikut:

Halaman: 1 2

Rekomendasi