in , ,

Berikut Penjelasannya, Apakah BLT BPJS Ketenagakerjaan Diperpanjang Sampai 2021?

Berikut Penjelasannya, Apakah BLT BPJS Ketenagakerjaan Diperpanjang Sampai 2021?
Berikut Penjelasannya, Apakah BLT BPJS Ketenagakerjaan Diperpanjang Sampai 2021?

FREEDAY – Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) BPJS Ketenagakerjaan berupa Bantuan Subsidi Upah (BSU) senilai Rp600 ribu saat ini telah mencapai 93,34 persen atau tersalurkan sebesar Rp 27,96 triliun untuk termin pertama dan kedua, menurut Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah berdasarkan data hingga 14 Desember 2020.

 Pada termin pertama, lanjut Menaker, sudah tersalurkan kepada 12,26 juta orang (98,86 persen) dengan nilai sebesar Rp14,71 triliun. BLT BPJS Ketenagakerjaan termin kedua, telah tersalurkan kepada 11,04 juta orang (89 persen) dengan nilai sebesar Rp13,2 triliun.

“Kami informasikan bahwa saat ini penyaluran BSU telah sampai pada gelombang/termin II. Adapun data penyaluran BSU per 14 Desember 2020 menunjukkan bahwa realisasi BSU sudah mencapai Rp 27,96 triliun (93,94 persen),” ujarnya melalui sambungan video pada acara Diskusi Media yang diselenggarakan Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) di Jakarta, Rabu (16/12/2020).

Baca juga : Lagi Viral Curhatan Warganet Dapat Bansos Rp 600 Ribu Dipotong Jadi Rp 200 Ribu !

Untuk kelanjutan di tahun 2021, Menaker Ida mengatakan, pihaknya masih akan mendiskusikan dengan KPC PEN. “Lebih lanjut terkait kebijakan BSU di tahun 2021, saat ini masih dalam tahap diskusi pembahasan di tingkat Komite PEN. K

emnaker tentu siap mendukung program yang sangat baik ini kembali muncul tahun depan. Kita persiapkan desain kebijakannya bersama-sama,” ujarnya.

Mengapa Pencairan BLT BPJS Ketenagakerjaan Belum 100 Persen?

Menaker Ida menjelaskan, secara keseluruhan termin, penyaluran bantuan subsidi/upah belum mencapai 100 persen.

Hal ini disebabkan adanya sejumlah data rekening penerima yang bermasalah, sehingga penyalurannya terhambat, terutama pada termin pertama.

“Jika dilihat dari realisasi tersebut memang belum mencapai 100 persen. Pada termin pertama, berdasarkan laporan Bank Penyalur, terdapat sejumlah data rekening yang bermasalah dan tidak dapat ditransfer sehingga mengakibatkan retur.

Halaman: 1 2 3

Rekomendasi