in ,

Idul Adha, Kenali Apa Saja Plus Minus Mengonsumsi Daging Kambing?

KOMPAS.com – Hari Raya Idul Adha identik dengan daging kambing dan sapi yang menjadi menu hidangan utama di atas meja makan. Salah satu olahan daging yang paling mudah yakni dengan cara dibakar. Seperti kebanyakan masyarakat di Indonesia, sate kambing menjadi salah satu menu favorit. Namun perlu diketahui, dua jenis daging ini (kambing dan sapi) memiliki lemak banyak dan berpotensi menimbulkan kolesterol tinggi jika dikonsumsi berlebih.

Berikut plus minus soal daging kambing dan daging sapi?

Ahli Gizi Universitas Gadjah Mada (UGM) Toto Sudargo menjelaskan, ada dua macam jenis lemak yang terkandung dalam daging, yakni lemak jenuh dan lemak tak jenuh. “Penyakit jantung yang disebabkan oleh aterosklerosis atau penebalan plak pada dinding pembuluh darah berhubungan dengan peningkatan asupan lemak jenuh,” ujar Toto saat dihubungi Kompas.com, Rabu (29/7/2020). Menurutnya, tingginya kolesterol dalam darah tidak hanya dipengaruhi oleh asupan kolesterol dalam makanan, namun pada asupan lemak jenuh dalam makanan sehingga asupan lemak jenuh tambahan saat memasak daging perlu diperhatikan.

Bahaya lemak daging kambing

Toto menjelaskan, lemak daging kambing seperti halnya lemak dari sumber daging lainnya. Terkait konsumsi, sebaiknya masakan berbahan daging kambing dikonsumsi dalam batas wajar. “Jika berlebihan dikonsumsi, lemak jenuh dapat berkontribusi dalam meningkatkan kadar kolesterol darah dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular,” katanya lagi.

Adapun sesuai anjuran American Heart Association (AHA), konsumsi lemak jenuh per hari untuk dewasa sebaiknya maksimal 5 sampai 6 persen dari total kalori atau sektiar 13 gram/ hari.

Jumlah ini kira-kira setara dengan kandungan lemak jenuh pada 150 gram daging kambing mentah. Diketahui, pada 150 gram daging kambing kira-kira setara 10 sendok makan daging atau 6-9 tusuk sate. “Oleh karena itu, meskipun sedang merayakan hari berbahagia, sebaiknya tetap perhatikan konsumsi makanan Anda agar tidak berlebihan dan kesehatan tetap terjaga,” kata Toto.

Sisi positif

Meski tertuang bahaya mengenai daging kambing, ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan ketika kita hendak mengonsumsi daging kambing.

Cara pemilihan daging kambing agar lebih sehat

Halaman: 1 2

Rekomendasi