in

Kenali Happy Hypoxia? Gejala dan Cara Mendeteksinya !

hypoxia
Kenali Happy Hypoxia? Gejala dan Cara Mendeteksinya !

FREEDAY – Pada pasien COVID-19, Gejala happy hypoxia perlu diwaspadai. Sebab, happy hypoxia merupakan fenomena berkurangnya jumlah oksigen di dalam tubuh tanpa menimbulkan gejala. Dikutip dari Healthing Canada, kadar oksigen darah normal adalah antara 95 dan 100 persen. 

Tingkat oksigen yang rendah dalam tubuh atau yang dikenal sebagai hypoxia dapat menyebabkan sesak napas. Kini, hal tersebut diketahui sebagai salah satu gejala COVID-19. Namun, yang membuat para ilmuwan kebingungan adalah banyak pasien COVID-19 yang mengalami happy hypoxia. 

Ketika seseorang mengalami happy hypoxia, kadar oksigen tubuh sebenarnya jauh di bawah 90 persen, namun mereka masih dapat bernapas dengan normal. Jika tidak ada keluhan, mengapa happy hypoxia perlu diwaspadai? 

Dr. Richard Levitan dalam artikel opini The Infection That’s Silently Killing Coronavirus Patients di The New York Times mengatakan, pasien-pasiennya dapat bicara dengan normal dan tetap sadar meskipun hasil rontgen menunjukkan tingkat oksigen yang sangat rendah dan pneumonia parah. 

Yang dikhawatirkan adalah pada saat pasien sudah mengalami kesulitan bernapas dan memiliki kadar oksigen yang sangat rendah, banyak dari mereka yang pada akhirnya memerlukan ventilator atau alat bantu napas. Happy hypoxia juga bisa membuat kesadaran semakin menurun dan pada beberapa kasus dapat menyebabkan kematian.

Nah, untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, sebaiknya Anda tetap waspada dan senantiasa memerhatikan kondisi tubuh. Berikut kami rangkum gejala happy hypoxia dan cara mendeteksinya. 

Gejala Happy Hypoxia

Meski sulit terdeteksi, terdapat beberapa tanda yang dapat mengarah pada happy hypoxia. Ketika kekurangan oksigen, umumnya seseorang akan mengalami sakit kepala dan merasa cepat lelah. 

Selain itu, berkurangnya nafsu makan, frekuensi napas yang makin cepat, dan dada terasa berat saat bernapas juga bisa menjadi gejala happy hypoxia. Perhatikan juga warna bibir dan ujung jari. Apabila ada kebiruan, hal tersebut dapat mengarah ke happy hypoxia. 

“Kalau bisa lihat warna bibir atau ujung jarinya. Kalau mulai terlihat kebiruan artinya saturasi oksigen sudah semakin turun. Ini enggak ada jalan lain harus ke rumah sakit,” ungkap Dr dr Erlina Burhan, MSc, SpP(K) dikutip dari kumparanNEWS, Rabu (16/9).

Halaman: 1 2

Rekomendasi