in ,

Pemerintah Perlu Kebijakan Alternatif Selamatkan Ekonomi Selain Vaksin !

kebijakan alternatif
Pemerintah Perlu Kebijakan Alternatif Selamatkan Ekonomi Selain Vaksin !

Jakarta,  FREEDAY – Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghembuskan ‘angin surga’ mengenai rencana pemberian vaksin virus corona atau covid-19 ke masyarakat. Bahkan pemerintahannya sudah membuat target; produksi dan distribusi vaksin bisa dilakukan pada awal 2021.

Untuk melaksanakan itu, Jokowi sudah memerintahkan jajarannya untuk membuat perencanaan produksi dan distribusi dan merampungkannya dalam waktudua pekan ke depan. Perencanaan tersebut mulai dari berapa banyak jumlah vaksin yang akan diproduksi hingga siapa saja target utama penerima vaksin tersebut.

“Perencanaan detail, kapan dimulai, lokasinya di mana, siapa yang melakukan, siapa yang divaksin pertama. Semua harus terencana dengan baik, sehingga saat vaksin ada tinggal implementasi pelaksanaan di lapangan,” kata Jokowi, dikutip Selasa (29/9).

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengungkapkan saat ini pengadaan vaksin masih pada tahap uji klinis fase ketiga. Uji klinis dilakukan oleh PT Bio Farma (Persero) yang bekerja sama dengan perusahaan China, Sinovac.

“Pada 20-24 September, Tim Ahli Sinovac telah melakukan kunjungan ke Bandung untuk meninjau production site vaksin Bio Farma dan sekaligus observasi pelaksanaan uji klinis fase ketiga yang dilakukan di Bandung dan sekitar. Ini berjalan lancar dan hasilnya baik,” terang Retno.

Sementara itu di sisi lain, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) berencana terbang ke China untuk melakukan pengawasan ke fasilitas vaksin Sinovac di Beijing, China. Tujuannya, untuk memastikan bahwa vaksin yang akan diproduksi dan didistribusikan aman bagi masyarakat di Tanah Air.

Rencananya, Bio Farma nanti akan memproduksi vaksin sebanyak 250 juta dosis. Jumlah ini meningkat dari target awal sekitar 100 juta dosis.

Hasil produksi vaksin nanti akan didistribusikan dalam lima tahap. Tahap pertama dimulai pada 1 Januari 2021 sebanyak 2,23 juta dosis dan empat tahap lainnya selesai pada akhir tahun.

Estimasi awal pemerintah menargetkan distribusi vaksin akan dibagikan ke garda terdepan atau para tim medis dengan jumlah 1,31 juta dosis pada tahap pertama. Pada tahap ini, pemerintah juga akan memberikan vaksin ke masyarakat dengan kontak erat covid-19 sebanyak 50 ribu orang, pelayanan publik 344 ribu orang, masyarakat umum 10 ribu orang, hingga Aparatur Sipil Negara (ASN) dan anggota legislatif 512 ribu orang.

Dosis administrasi diberikan dua dosis per orang dengan jarak 14 hari untuk membentuk kekebalan atau antibodi covid-19. Setelah itu, pemberian vaksin akan diberikan melalui tahap dua sebanyak 4,08 juta orang, tahap ketiga 5,08 juta orang, tahap keempat 4,37 juta orang, dan tahap kelima 86,66 juta orang.

Halaman: 1 2 3

Rekomendasi