in

Sempat Trending, Berikut 5 Fakta soal Timor Leste

TIMOR LESTE
Sempat Trending, Berikut 5 Fakta soal Timor Leste

FREEDAY.TEKAPE.ID – Topik ” Timor Leste” sempat menjadi perbincangan di media sosial Twitter pada Rabu, (2/9/2020). Berdasarkan daftar trending topik Twitter, istilah “Timor Leste” telah dibahas sebanyak 2.876 kali oleh pengguna Twitter lainnya. Angka tersebut menjadikan istilah “Timor Leste” menjadi topik yang populer di Indonesia.

Lalu, apa saja fakta mengenai Timor Leste yang perlu diketahui ?

1. Bekas jajahan Portugis

Berdasarkan pemberitaan Kompas.com, (1/7/2020), Timor Leste merupakan sebuah wilayah bekas jajahan Portugis. Diketahui, Portugis pertama kali datang ke Timor Leste sekitar tahun 1520 dan menjajah wilayah tersebut. Adapun penjajahan ini dikenal sebagai Timor Portugis. Tidak hanya Portugis, Belanda dan Jepang juga berebut untuk menguasai wilayah Timor Leste. Perang antar negara pun terjadi dan kemudian dibuat perjanjian.

Portugis lalu memberikan bagian barat Timor Leste ke Belanda. Sementara, Jepang menguasai Timor Leste pada 1942-1945. Setelah Jepang kalah pada Perang Dunia II, Portugis kembali menguasai Timor Lester pada 1975. Pada 28 November 1975, Timor Leste mendeklarasikan kemerdekaan dari Portugis. Kemerdekaan wilayah Timor Leste diumumkan oleh Front Revolusi Kemerdekaan Timor Leste (FRETILIN) yang merupakan salah satu partai di Timor Leste. Namun, pihak FRETILIN mengambil peran semi-pemerintah yang menimbulkan polemik bagi partai-partai lain yang memiliki misi masing-masing.

2. Bagian dari Indonesia

Tak lama setelah itu, pasukan Indonesia datang pada 7 Desember 1975. Pada 1976, Indonesia menyatakan jika Timor Leste menjadi bagian negara Indonesia sebagai Provinsi Timor Timur. Pemerintah Indonesia terus berupaya untuk melakukan pembangunan di Timor Leste, tetapi ada golongan yang tidak puas dan melakukan tindakan separatis.

Sebelumnya Indonesia melakukan perundingan dengan Portugis. Bahkan, kedua negara membuat perjanjian referendum di Timor Leste pada 5 Mei 1999. Perjanjian dua negara itu dikenal sebagai New York Agreement dengan adanya pengawalan masalah oleh PBB. Kemudian dibentuk United Nations Mission in East Timor (UNAMET) pada 11 Juni 1999.

3. Memisahkan diri dari Indonesia

Pada 30 Agustus 1999, Timor Leste mengadakan jajak pendapat atau referendum untuk memilih melepaskan diri atau tetap bersama Indonesia. Referendum ini didukung PBB yang juga mengakhiri konflik yang terjadi sebelumnya. Adapun konflik berlatar belakang dengan kondisi rakyat Timor Leste yang hidup dalam konflik, kelaparan, hingga penyakit. Tercatat, lebih dari 250.000 korban meninggal dari dampak tersebut. Pada 31 Agustus 1999, penentuan pendapat untuk menentukan masa depan Timor Leste berlangsung lancar.

Halaman: 1 2

Rekomendasi